Vita M Damayanti
Majelis Ta’lim Fatimah Az-zahra
Tanggal: 7 Mei 2010
Pembicara: Ustadza Dra Hj Hasnawati
Tema: Kajian Fiqih Wanita Masalah Darah Perempuan

Keluarnya darah dari perempuan ada 3 macam yaitu:
1. Darah Haid.
Adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita ketika mulai anak berusia 9 tahun atau lebih.
Larangan pada waktu darah haid keluar adalah tidak wajib melaksanakan sholat dan puasa juga
tidak boleh memegang mushaf Al Qur’an.
Masanya haid paling sedikitnya 24 jam (sehari semalam), paling banyaknya 15 hari, dan pada
umumnya 6-7 hari. Apabila setelah beberapa hari sebelum 15 hari masih terdapat tanda kuning atau berwana adalah batal untuk melakukan sholat dan sebagainya

2. Darah Nifas
Adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita setelah melahirkan.
Larangan pada waktu darah nifas keluar adalah tidak wajib melaksanakan sholat dan puasa juga
tidak boleh memegang mushaf Al Qur’an.
Masanya nifas paling sedikitnya sekejap mata, paling banyaknya 50 hari beserta malamnya, dan pada umumnya 40 hari.

3. Darah Istihadhah/ Darah Penyakit.
Adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita yang tidak sewajarnya selain waktu haid atau nifas
Pada umunya masanya sampai dengan 15 hari, apabila setelah masa itu darah masih keluar maka diwajibkan melakukan sholat dan kewajiban-kewajiban lainnya (puasa ramadhan, dsb).
Oleh karena keluarnya darah istihadhah tidak menentu kesudahannya maka bukan merupakan penghalang bagi sholat, puasa dan ibadah-ibadah lainnya yang tidak boleh dilaksanakan ketika haid atau
nifas. Meskipun darah masih keluar tetap sah berwudhu dan lakukan sholat, juga tidak perlu mandi besar lagi setiap akan sholat.

Dalilnya adalah hadits sebagai berikut:
“Dari ‘Aisyah ra, dia berkata: ‘Fatimah binti Abi Hubaisy pernah datang kepada Rasulullah saw lalu bertanya: Sesungguhnya saya ini menderita istihadhah hingga aku tak kunjung bersih, haruskah aku meninggalkan sholat? Maka sabda Rasul kepadanya: Jangan! Tinggalkanlah sholat hanya pada hari-hari yang biasanya kamu haid saja. Kemudian mandilah dan berwudhu tiap kali hendak sholat. Kemudian tetaplah sholat, sekalipun darah menetes pada tikar” (Riwayat At Tirmidzi, Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad dan Ibnu Hibban)

Andaikata pengguna spiral masih flek terus menerus maka bukan lah termasuk 3 jenis darah di atas, disarankan copot saja spiralnya.

Semoga bermanfaat.

About these ads