Dalam menunaikan kewajiban zakat hendaknya muzakki (pembayar zakat) memperhatikan adab-adab agar ibadahnya di terima Alloh SWT. Diantara adab-adab membayar zakat adalah:

1. Ikhlas, dengan senang hati dan tidak disertai dengan al-mannu (mengungkit-ungkit) dan al adza (menyiksa perasaan si penerima).
2. Harta zakat tidak boleh di belinya apalagi di ambil kembali.
Umar bin Khatthab berkata: “Saya menyedekahkan kuda dijalan Allah, kemudian orang yang saya sedekahi tidak memeliharanya dengan baik, dan saya sangka ia menjualnya dengan harga yang murah, maka saya berkehendak membelinya. Kemudian saya bertanya kepada Rasulullah saw, beliau bersabda: “Janganlah engkau beli dan engkau ambil lagi sedekahmu walaupun ia memberimu dengan dirham, karena orang yang mengambil kembali sedekahnya seperti anjing yang menelan kembali air liurnya.” (HR. Mutafaqun’alih).
3. Jangan mengumpulkan orang yang meminta untuk datang ke rumahnya, tetapi hendaknya dibagikan ke tempat-tempatnya.
4. Hendaknya dari harta yang terbaik, hasil usaha yang terbaik dan yang paling di cintainya.
5. Hendaknya di salurkan melalui badan amil zakat yang terpercaya amanahnya dan ketakwaannya atau mewakili dalam pembagian untuk menghindari pujian manusia.
6. Mengucapkan do’a.
Bagi muzakki yang di ucapkan adalah, “Ya Allah, jadikanlah harta ini suatu keuntungan janganlah jadikan suatu kerugian.”
Bagi yang menerima atau amil zakat hendaknya mengucapkan, “Semoga Allah memberikan pahala dari apa yang engkau berikan dan Allah memberkahimu dan apa yang engkau sisakan dan menjadikan suci.”
7. Menegaskan dalam membayar zakat sebagai ketaatan kepada Allah.
8. Dianjurkan dalam memberi harta zakat agar membuat fuqoro mampu hingga tidak meminta-minta lagi.