Ya Alloh, dengan kaki yang mana aku harus menuju kepada-Mu, apakah dengan kaki yang selalu berjalan menuju kemurkaan-Mu (maksiat) dan lari dari rahmat-Mu?
Ya Alloh, dengan mata apa aku harus memandang-Mu, apakah dengan mataku yang sering menikmati hal-hal yang Engkau haramkan, ataukah dengan mata yang selalu kenyang dengan nafsu dan syahwat?
Ya Alloh, dengan mulut apa aku harus bermunajat kepada-Mu, apakah dengan mulutku yang selalu aku kotori dengan dosa-dosa menggunjing dan adu domba?
Ya Alloh, dengan hati yang mana aku mengharap kepada-Mu, apakah dengan hatiku yang selalu disibukkan gemerlap dunia dan tiada pernah ingat akhirat, ataukah dengan hati yang tahu akan diri-Mu, namun tidak mencintai-Mu dan yang merasakan lezatnya nikmat-Mu, namun tidak pernah menyembah-Mu dengan penuh kesungguhan?
Ya Alloh, jika Engkau mengasihi aku, adakah kasih sayang selain dari-Mu? Ya Alloh, jika Engkau tidak mengampuniku, adakah pengampunan selain dari-Mu?
Wahai saudaraku…
Tawarkanlah barang-barang Anda kepada Alloh, semoga Dia sudi membelinya. Tawarkanlah dengan penuh pengharapan dan tetesan air mata, dengan kesedihan dan kegelisahan, dengan ketakutan dan penderitaan, dengan ratapan dan tangisan. Kelak engkau akan menerima bayaran dari-Nya, berupa taman surga yang luasnya terbentang antara langit dan bumi.

Seorang hamba menyendiri dan pasrah atas dosa-dosanya.
Yang mengeraskan hatinya dan menutup jalan keselamatannya
Lalu dia lari menghadap Alloh dan berserah diri kepada-Nya
Dan ia baktikan seluruh hidup dalam ketakwaan kepada-Nya
Ia memohon kepada-Nya di kala malam menjelang
Ia asyik tenggelam dan larut dalam untaian doa-doa
Bergejolak luapan kerinduan di sela-sela tulang rusuknya
Hingga keluh nafas membakar tubuhnya
Mengharap Alloh akan melimpahkan ampunan-Nya
Kepada sang pelaku dosa yang bertobat sebelum tiba waktunya.

(Dari buku: Ya Allah Aku Fakir Kepada-Mu oleh Dr Khalid Abu Syadi)