Saudaraku Kaum Muslimin…

Di edisi ke empat ini, kita sedikit ingin merenungkan tentang sebuah realita kebangkitan manusia.

Para nabi dan rosul yang diutus Alloh subhanahu wa ta’ala untuk umat manusia adalah mengemban tugas misi kebangkitan sejati, yaitu khilafah dan ibadah. Sampai terwujudlah kebangkitan total dan sempurna di masa Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Suatu kebangkitan total luar biasa.

Ini adalah sunnatulloh di alam semesta, kebangkitan total dicapai manusia saat perjuangan kemurnian Islam mencapai puncaknya.

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:”Dan Alloh telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.” (QS. An Nur [24]: 55)

Sayyid Quthb rahimahullah berkata:”Janji itu telah terwujud di awal mula, akan terus dan terus terwujud dan terealisasikan selama kaum muslimin berdiri di atas syarat yang telah Alloh berikan (ya`budunani wa la yusyrikuna bi syaia/ beribadah hanya kepada Alloh dan tidak bersyirik). Janji Alloh itu dilimpahkan kepada siapa saja dari umat ini yang mampu mewujudkan syarat tersebut hingga hari kiamat.” [Fi Dzilalil Qur’an: 4/2529]

Itulah yang terjadi pasca runtuhnya khilafah Islamiyyah terakhir. Peristiwa Penyisihan kemurnian sebelumnya yang melahirkan semua elemen-elemen keterpurukan ruhani yang kemudian melahirkan keterpurukan peran dengan disisihkannya hukum Islam dan ditegakkannya hukum-hukum buatan manusia, telah membuat runtuh segalanya..!!

Umat pun guncang… Anomi sosial terjadi di tubuh umat Islam… Hidup tidak lagi di atmosfir Islami… Gelisah dan kegalauan jiwa yang sangat besar… Di tengah menyerahnya sebagian besar Umat Islam terhadap realita baru yang mereka hadapi, muncul pula sebagian umat Islam yang tak sudi untuk menyerah. Tetapi masalahnya terlalu besar! Tumpukan puing-puing itu terlalu luas dan tinggi! Sampai-sampai pilar kebangkitan sejati, yaitu kemurnian Islam penitian sirothol mustaqim pun terabaikan.

Lebih lupa atau tidak mengerti lagi bahwa selain syarat untuk bisa berdiri kembali, kebangkitan ruhani dengan meniti Sirothol mustaqim adalah sebuah tujuan, bahkan satu-satunya tujuan! Jalan keselamatan dunia akhirat satu-satunya!

Itulah kondisi kebangkitan harokah-harokah islamiyah di muara sejarah.

Sumber : http://intisari.hasmi.org