‘Yuki Hime’ Izzatul Mardhiyah

Sobat muda muslim, Allah mewajibkan puasa Ramadhan bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya agar dengan berpuasa itu menjadi orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al Baqarah [2]: 183)

Oke, agar puasa kita berbuah taqwa ada beberapa tips nih buat kamu.
Pertama, luruskan niat.
Pastikan niat kita melaksanakan puasa Ramadhan benar-benar hanya karena Allah semata. Bukan karena paksaan ortu, atau sekadar menutupi rasa malu sama teman. Dalam sebuah hadits qudsiy Rasulullah saw bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, minumannya, syahwatnya semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah bagi-Ku. Dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya. Dan kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan sepuluh kali lipat kebajikan yang semisalnya. (HR Bukhari dari Abu Hurairah)

Kedua, kuasai ilmunya.
Benar. Karena puasa bukan semata menahan diri dari rasa lapar dan haus. Tapi juga sekaligus menahan godaan hawa nafsu. Boleh dibilang tutup mulut, tutup mata, en tutup telinga dari segala aktivitas yang bisa nguras pahala puasa kita. So, ati-ati deh.
Itu sebabnya, kamu juga kudu ngeh ilmunya. Biar puasa kita mantep. Kalo tahu ilmunya, insya Allah akan membekas dalam diri kita bahwawpuasa adalah kewajiban dan ladang amal yang luas. Maka, nggak bakalan disia-siakan tuh kesempatan emas ini untuk ibadah mendulang pahala.
Terus, kita juga nggak bakalan gegabah balik ke “habitat” awal perbuatan kita yang agak-agak error itu, karena kita tahu bahwa perbuatan maksiat haram dilaksanakan di bulan manapun, apalagi di bulan Ramadhan. Insya Allah nantinya kamu bisa jaga diri untuk tidak kembali jadi senewen pasca puasa. Kita jadi orang-orang yang bertakwa. Lagian kita nggak mau dong berbuat dosa yang buahnya nanti neraka. Naudzubillahi min dzalik. Jadi, belajar adalah kuncinya. Baca en ikuti kajian Islam yang marak selama bulan Ramadhan ini.
Ayo, kamu bisa!

Ketiga, kondusifkan suasana. Suasana Ramadhan mampu memberikan warna tersendiri dalam hidup kita. Warna yang tentunya sedap dipandang mata. Di bulan ini, rasanya kita jadi getol baca Al Quran, jadi giat sholat wajib dan sunnah, juga sregep ikut kajian Islam tanpa disuruh-suruh lagi. Kita melakukannya dengan penuh semangat dan insya Allah ikhlas. Nah, supaya ketika Ramadhan berlalu tapi kegiatan seperti ini bisa bertahan, buatlah suasana yang juga mirip dengan Ramadhan. Minimal di keluarga kita dulu. Kita kondisikan misalnya dengan melaksanakan shaum 6 hari di bulan syawal. Seterusnya, seluruh anggota, bila perlu teman-teman di sekolah membiasakan diri untuk melakukan ibadah puasa sunnah senin-kamis. Dengan harapan, puasa tersebut bisa menahan kita dari keinginan ngelakuin perbuatan maksiat. Baca Al Quran setiap hari, insya Allah bisa menghidupkan kembali “ruh” Ramadhan. Jadi, bukan puasa biasa, apalagi sia-sia. Betul ndak, sobat?

Oke deh, selamat berpuasa, perdalam Islam, dan mari berjuang untuk menerapkan Islam.
Tetap semangat yaa!