Oleh: Isa Alamsyah

Dikutip dari buku No Excuse! halaman 99
“I was very very shy as a younger girl, just petrified of people. Tennis helped give me an identity and made me feel like somebody.”
Saya sangat pemalu saat kecil, tidak berani ketemu orang. Tenis membantu saya menemukan identitas dan menjadi seseorang. Chris Evert, Petenis.

“I never felt comfortable with myself, because I was never part of the majority. I always felt awkward and shy.”
Saya tidak pernah merasa nyaman dengan diri saya, karena saya tidak pernah menjadi bagian dari mayoritas. Saya selalu merasa kikuk dan malu.
Steven Spielberg, Sutradara

Setiap orang punya karakter yang unik, dan selalu saja ada hal baik yang menonjol dalam diri sebaliknya ada karakter buruk juga dalam diri. Tugas kita mengoptimalkan potensi baik dan mengeliminasi seminim mungkin karakter buruk.

Setiap orang punya cara berbeda-beda untuk menaklukkan sifat atau karakter buruknya. Yang terpenting, kita sepakat dahulu bahwa karakter tersebut harus diminimalisir, setelah itu baru temukan caranya. Hanya kita sendiri yang paling bisa menemukan jawabannya.

Chris Evert menemukan tenis sebagai caranya untuk menjadi seseorang dan membangkitkan kepercayaan dirinya. Steven Spielberg, mengatasi rasa tidak nyaman sebagai minoritas Yahudi di Amerika dengan menunjukkan eksistensinya dengan berkarya melalui kameranya.

Sekarang saatnya Anda temukan apa kekurangan diri sendiri, lalu temukan kegiatan atau aktivitas yang membuat bisa melupakan atau menghilangkannya.
Semakin banyak cara yang ditemukan, semakin dekat Anda dengan kesuksesan.