DEKLARASI SHAH ALAM, 2010
Kami perwakilan dari masyarakat Asia timur dan Asia tenggara, yang telah berkumpul di Shah Alam, Malaysia tanggal 3-4 November 2010, dalam rangka membicarakan dan mempertimbangkan wacana “Karavan Asia ke Gaza” untuk mendukung kemerdekaan bangsa Palestina, dengan ini menyatakan bahwa:
Perjuangan kemerdekaan Palestina merupakan isu geopolitik sentral dan isu penentu di masa ini; di mana Intifadha Palestina berperan sebagai pelopor perlawanan internasional terhadap Imperialisme dan Zionisme.

Dengan ini kami mendukung keberanian perjuangan, perlawanan dan intifadha rakyat Palestina terhadap penjajahan Zionis Israel dan menegaskan komitmen kami dalam hal:
* Penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina;
* Penghentian penjajahan Zionis;
* Persamaan hak bagi semua di dalam negara Palestina yang bersejarah;
* Hak kembali yang utuh bagi pengungsi Palestina;
* Boikot internasional terhadap Israel yang Apartheid;

Kami mengakui Deklarasi Kairo 2010, Persatuan Himbauan Palestina Juli 2005 untuk Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) demi menuntut Israel agar mematuhi Hukum Internasional;
Kampanye Palestina untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (PACBI);
dan seluruh inisiatif lain yang bertujuan mengakhiri pendudukan Palestina.

Maka dari itu, kami menghimbau dan berkomitmen untuk membangun serta ikut berpartisipasi dalam gerakan masyarakat global untuk bahu membahu bersama rakyat Palestina demi kemerdekaan negara Palestina. Kami juga akan menyegerakan terbentuknya Asian People’s Solidarity for Palestine (Solidaritas Masyarakat Asia untuk Palestina), yang berupa gabungan dari ormas-ormas, partai-partai politik, gerakan sosial dan institusi masyarakat sipil warga Asia.

Menimbang:
* Hukuman kolektif Israel yang berkelanjutan lewat penjajahan dan blokade atas Gaza;
* Pendudukan ilegal tepi barat, termasuk Yerussalem timur, serta berlanjutnya pembangunan rumah penduduk dan tembok pemisah;
* Penghinaan terhadap demokrasi Palestina yang diperlihatkan Israel, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, dan lain-lain pasca pemilu Palestina 2006;
* Kejahatan perang berupa genosida yang dilakukan Israel;
* Berbagai ancaman yang terus-menerus terjadi terhadap kehancuran masjid al-Aqsha dan Qubattus Sakhra, serta terhadap berbagai situs suci umat Kristen yang dikarenakan oleh Yahudisasi atas situs-situs tersebut, serta semua situs bersejarah di Palestina yang dilakukan tanpa belas kasihan;
* Berlanjutnya diskriminasi dan tekanan yang harus dihadapi warga Palestina yang hidup di daerah jajahan Israel;
* Eksodus jutaan pengungsi keluar Palestina;
* Ideologi Zionis yang menjadi dasar bagi Israel, sumber inspirasi serta legitimasi atas seluruh aksi rasis dan opresifnya, kami berkomitmen untuk:
* Membangun solidaritas masyarakat Asia untuk kemerdekaan Palestina;
* Menyediakan berbagai materi, sumber daya, dan relawan untuk mendukung perjuangan masyarakat Palestina;
* Mendukung dan menguatkan boikot terhadap produk-produk Israel selain melakukan pemutusan hubungan keuangan dari perusahaan-perusahaan yang secara langsung berimplikasi terhadap penjajahan dan/ atau industri-industri milik Israel;
* Kampanye untuk tidak bekerja sama dengan institusi-institusi akademik, budaya, dan acara-acara olahraga Israel;
* Melakukan perlawanan terhadap keputusan dan aksi pemerintahan negara kami sendiri yang mendukung ekonomi, keuangan, militer dan diplomasi Israel serta aksi dan keputusan yang membiarkan Israel berbuat semena-mena;
* Membentuk kampanye untuk menuntut pemerintahan Israel atas berbagai kejahatan perang mereka;
* Restorasi terhadap Resolusi PBB 3379 yang menyetarakan Zionisme dengan Rasisme, serta dukungan dari komunitas internasional.

Maka kami menuntut rezim Zionis Israel untuk segera:
* Menghentikan blokade Gaza;
* Membongkar pembangunan ilegal Israel, menghancurkan tembok pemisah dan mengangkat seluruh cekpoin yang telah mengubah Palestina menjadi penjara (sekaligus) kamp konsentrasi terbuka yang terbesar di dunia
* Menghormati kesucian situs-situs umat Islam dan Kristen di seluruh wilayah Palestina serta menghentikan rencana jahat mereka terhadap masjid al-Aqsha dan Qubbatus Sakhra;
* Menghentikan upaya pembunuhan berencana terhadap para pimpinan negara Palestina seraya menghentikan kebrutalan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap warga sipil yang semena-mena;
* membebaskan laki-laki, perempuan dan anak-anak Palestina yang mendekam di penjara, yang jumlahnya mencapai lebih dari 11.000 orang.

Kami menghimbau pemerintahan kami untuk:
* Memutuskan segala hubungan, baik yang terbuka maupun rahasia, dengan Israel;
* Menggunakan forum internasional termasuk DK PBB dan ICC untuk menuntut pertanggungjawaban Israel atas kejahatan-kejahatannya terhadap kemanusiaan serta kejahatan perangnya;
* Memberikan dukungan penuh di bidang ekonomi, politik, diplomasi dan militer kepada gerakan perlawanan Palestina;
* Mendukung kampanye Boikot, Divestment dan Sanksi (BDS) yang telah dipelopori oleh masyarakat sipil Palestina.

Kami bergabung dengan seluruh gerakan masyarakat dan gerakan perlawanan nasional, warga negara yang cinta damai, serta semua negara demokratis di seluruh penjuru dunia demi terbentuknya sebuah negara Palestina yang berdaulat, merdeka dan demokratis, dengan Yerussalem sebagai ibukotanya.

http://azishtm.blogspot.com